Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika

We are From Universitas Pendidikan Indonesia

KOMPOR UPI

Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia (KOMPOR UPI) adalah Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat universitas di Universitas Pendidikan Indonesia yang bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi otomasi dan robotika.

KOMPOR UPI telah mengikuti event perlombaan, pelatihan untuk para anggota, riset di bidang teknologi, pengabdian pada masyarakat, dan lainnya. Saat ini KOMPOR UPI aktif mengikuti event perlombaan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI)

Me

Our Professional Skills

Berikut merupakan presentase skil anggota KOMPOR UPI

Robotic Trainer 90%
Programing 80%
Hardware Engineering 70%
Design 75%

Kontes Robot Indonesia

KOMPOR UPI menjadi perwakilan tim robot dari Universitas Pendidikan Indonesia dalam mengikuti KRI Regional maupun Nasional

Pengabdian Pada Masyarakat

KOMPOR UPI juga rutin dalam melakakukan P2M seperti pelatihan robotika ke sekolah, berbagi dengan yang membutuhkan dll

Program Kreatifitas Mahasiswa

KOMPOR UPI juga mengirimkan anggotanya dalam kegiatan PKM dan beberapa kali lolos PIMNAS

Kontes Robot Terbang Indonesia

KOMPOR UPI menjadi perwakilan tim robot dari Universitas Pendidikan Indonesia dalam mengikuti KRTI Nasional

Riset

Anggota KOMPOR UPI aktif dalam melakukan riset mengenai teknologi otomasi dan robotika

Alat Tepat Guna

KOMPOR UPI juga bekerjasama dengan mahasiswa berbagai jurusan dalam pembuatan alat tepat guna

0
Achievment
0
member
  • PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DAN KOTA BANDUNG RESMIKAN KEGIATAN KOMPOR UPI MENGABDI UNTUK NEGERI

    Pemerintah Jawa Barat, Kota Bandung, dan UPI resmikan Kegiatan "KOMPOR UPI MENGABDI UNTUK NEGERI"

    Jumat 26 April 2019, Unit Kegiatan Mahasiswa KOMPOR UPI (Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi  dan Robotika)  resmikan kegiatan “KOMPOR UPI Mengabdi untuk negeri melalui sosialisasi dan instalasi  dispenser dan timbangan berbicara untuk tunanetra di-Jawa Barat" di Aula BRSPDSN Wyata Guna Kemensos Bandung.
    Peresmian kegiatan UKM KOMPOR  kali ini dihadiri oleh perwakilan dari pihak universitas yang diwakili oleh bapak wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan juga dosen pembimbing UKM KOMPOR UPI, instansi-instansi pemerintahan provinsi jawabarat dan pemerintahan kota bandung. Diantaranya dinas Sosial kota Bandung, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dinas Sosial Jawa Barat, Juga Perwakilan dari pemerintah Provinsi jawa Barat.  

     Bapak Kepala Dinas Sosial Kota Bandung dan Bapak Wakil rektor Akademik dan Kemahasiswaan UPI

    Dibuka dengan Sambutan dari Ketua pelaksana kegiatan Wahyudin dan  sambutan dari ketua KOMPOR UPI  Bahha Hamzah. Dilanjutkan dengan Sambutan Dari wakil rektor bidang akademik dan Kemahasiswaan UPI, kepala SLB Negeri A Kota Bandung, kepala BRSPDSN wyata guna Bandung, Pemerintah Kota bandung yang diwakili kepala dinas sosial Kota Bandung, Dinas Sosial Provinsi Jawa barat, Dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat dan perwakilan dari PeMprov Jabar yang diwakili oleh KC Disdik wil VI Jawa Barat.
    Dalam sambutannya, Ketua pelaksana PkM menjelaskan bahwa rencananya dispenser dan timbangan berbicara akan disebarkan ke 50 titik SLB di bawah dinas pendidikan Jawabarat dan 2 titik BRSPDSN dibawah kementrian sosial RI.  hingga saat ini KOMPOR UPI dapat memproduksi sebanyak 14 unit dari total keseluruhan. Ketua KOMPOR UPI menambahkan dalam sambutannya bahwa KOMPOR UPI berkomitmen untuk mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat di bidang teknologi khususnya pada penyandang disabilitas tunanetra dengan menghibahkan alat dispenser dan timbangan berbicara.
    Pemerintah Provinsi Jabar diwakili oleh KC Disdik Jabar wilayah VI 
    Hal ini tentunya direspon baik oleh KC Disdik wil VI Jawa barat, menuturkan bahwa apa yang dilakukan KOMPOR UPI telah membantu pemerintah dalam melaksanakan program kerjanya. Yaitu, upaya pemerintah provinsi dan jajarannya untuk memberantas kemiskinan pada penyandang disabilitas di jawa barat.
    Acara ini di resmikan dengan pemencetan bel bersama oleh ketua pelaksana, Ketua KOMPOR UPI,Wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan, Kepala SLB Nageri A Kota bandung  dan Kelapa BRSPDSN Wyata Guna, Kepala dinas Sosial kota Bandung, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dinas Sosial Jawa Barat, Juga Perwakilan dari pemerintah Provinsi jawa Barat.  
    Para penerima hibah Dispenser dan Timbangan Berbicara (SLB A Kota Bandung, BRSPDSN Wyata Guna Kota Bandung, dan SLB A Citeureup Kota Cimahi)
    UKM KOMPOR UPI Berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi penyandang disabilitas tunanetra, tujuan kami hanya ingin mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat di bidang teknologi, semoga pihak pihak instansi dan pemerintahan dapat bekerjasama mewujudkan tujuan diatas.  (resta)
  • KOMPOR UPI JAJAL INOVASI ALAT TEPAT GUNANYA YANG RAMAH DISABILITAS TUNA NETRA DI SLB NEGERI A KOTA BANDUNG


    Disabilitas Tunanetra merupakan manusia yang mempunyai kekurangan dalam pengelihatan. Low vision, dan total merupakan istilah bagi penyandang disabilitas tunanetra, low vision merupakan penyandang yang masih memiliki sisa pengelihatan, sedangkan total merupakan penyandang yang tidak memiliki kemampuan melihat samasekali. Data statistik tahun 2012 dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesi, mencatat bahwa Indonesia mempunyai sekitar 1.700.000 penyandang disabilitas tunanetra, sekitar 85.000 merupakan penduduk Provinsi Jawa Barat. 
    KOMPOR UPI  (Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia) merupakan organisasi yang bergerak di bidang otomasi dan robotika, dengan salahsatu misinya untuk mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat dengan teknologi. Kini lewat karya inovatifnya dengan menginovasi alat tepat guna yang ramah bagi penyandang disabilitas tunanetra. Dispenser dan timbangan berbicara merupakan hasil inovasi UKM KOMPOR UPI, dimana alat tersebut dapat membantu penyandang tunanetra dalam menjalankan kegiatan sehari harinya.

    Sekolah Luar Biasa (SLB) golongan A (Tunanetra) merupakan instansi pendidikan yang berfungsi untuk memberikan edukasi bagi para penyandang disabilitas tunanetra untuk bisa bertahan hidup dan meningkatkan kualitas hidupnya. Banyak saudara saudara kita yang mempunyai kekurangan pengelihatan (tunanetra) dapat unjuk gigi pada ajang nasional maupun internasional salahsatunya pada bidang olahraga. SLB Negeri A Kota Bandung mendidik sekitar 70 siswa disabilitas tunanetra pada strata SD, SMP dan SMA, memiliki sekitar 40 guru terhormat yang memiliki niat dan jiwa peduli yang tinggi untuk memdidik anak anak berkebutuhan khusus. Bahkan takhanya muridnya yang menyandang tunanetra, akan tetapi banyak guru yang menyandang tunanetra pula. Dari kondisi tersebutlah perlu peran mahsiswa yang dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dipelajari di universitas salahsatunya dibidang teknologi yang dapat membantu para penyandang disabilitas tunanetra. Disitulah Kami UKM KOMPOR UPI mencoba untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk kesejahteraan dan kemakmran mereka di bidang teknologi.  
    Tepat hari Jumat, 29 Maret 2019 KOMPOR UPI menguji coba alat tepat guna yang mereka buat, bertempat di SLB Negeri A Kota Bandung. Guru dan murid menjadi objek dalam uji coba alat inovasi mereka. Uji coba sesi pertama diperuntukan untuk guru guru di SLB Negeri A Kota Bandung yang mayoritas menyandang disabilitas tunanetra. Sebuah karya inovatif yang sangat ramah disabilitas tunanetra, ucap seluruh guru di SLB tersebut, karena belum adanya alat otomatis yang dapat membantu mereka khususnya dalam masalah menakar air dan menimbang berat suatu barang. Sesi kedua ujicoba kepada sekelompok murid di SLB Negeri A Kota Bandung. Perkataan polos mereka “andai saya dapat memiliki alat ini di rumah” ucap para siswa di SLB tersebut. Miris dan iba yang kami rasakan menghadapi sikap mereka, bahwasanya alat inovasi kami sangat diharapkan oleh mereka.
    Rencana kedepannya Kami UKM KOMPOR UPI akan memproduksi alat inovasi kami yang kemudian akan di hibahkan di beberapa instansi SLB (Sekolah Luar Biasa) di bawah dinas Pendidikan juga BRSPDSN (Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra) dibawah Kementrian Sosial Republik Indonesia melalui “KOMPOR UPI Mengabdi untuk Negeri, Melalui Sosialisasi, Hibah, dan Instalasi Alat Tepat Guna Bagi Penyandang Disabilitas Tunanetra untuk SLB se- Jawa Barat” yang akan dimulai secara bertahap dari Jumat, 26 April 2019 untuk beberapa SLB dan BRSPDSN sampai seluruh SLB dan BRSPDSN di Jawa Barat dapat menikmati memanfaat karya hasil inovasi Kami. @komporupi www.komporupi.org

  • Timbangan Berbicara Hasil Inovasi Mahasiswa KOMPOR UPI Alat Bantu Untuk Penyandang Disabilitas Tunanetra


    Disabilitas Tunanetra merupakan manusia yang mempunyai kekurangan dalam pengelihatan. Low vision, dan total merupakan istilah bagi penyandang disabilitas tunanetra, low vision merupakan penyandang yang masih memiliki sisa pengelihatan, sedangkan total merupakan penyandang yang tidak memiliki kemampuan melihat samasekali. Data statistik tahun 2012 mencatat bahwa Indonesia mempunyai sekitar 1.700.000 penyandang disabilitas tunanetra, sekitar 85.000 merupakan penduduk Provinsi Jawa Barat. 
    KOMPOR UPI  (Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia) merupakan organisasi yang bergerak di bidang otomasi dan robotika, dengan salahsatu misinya untuk mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat dengan teknologi. Berawal dari observasi yang dilakukan terkait kesulitan penyandang tunanetra dalam melakukan aktivitias sehari harinya di SLB Negeri A Kota Bandung, kami memcoba untuk membantu dalam individual living mereka salahsatunya dalam mengukur berat. Dilatarbelakangi dari rutinitas mereka untuk memasak, membuat kue, dan menanak nasi. Sampai saat ini mereka memerlukan orang normal untuk aktifitas diatas. Karena keterbatasan mereka untuk mengetahui ukran pasti dari sebuah barang atau bahan makanan, juga belum adanya teknologi yang dapat membantu mereka dalam melakukan hal tersebut. Sehingga konsep inovasi alat yang kami buat berfungsi sebagai alat ukur berat (timbangan) berbicara yang dapat membantu aktifitas penyandang disabilitas tunanetra.

    Spesifikasi Alat:
    -          Material                 : Akrilik (warna dapat bervariasi)
    -          Kapasitas               : 0.001 Kg - 5 Kg (untuk kebutuhan dapur)
    -          Tegangan Listrik   : Batrai 5 volt dapat diisi ulang dengan USB charger HP
    -          Fitur                      : Speaker, suara yang dapat diatur, untuk mengetahui berat
      Tombol on / off untuk kalibrasi timbangan dengan huruf braile
      Indikator berat pada display untuk pengguna normal
    -          Sensor                   : Sensor berat
    -          CPU                      : Microcontroller arduino
    Timbangan berbicara di inovasi dan di desain minimalis dan ramah terhadap disabilitas tunanetra oleh tim PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) UKM KOMPOR UPI. Ketika pengguna menyimpan suatu benda diatas tatakan timbangan berbicara, maka timbangan akan mendeteksi berat benda tersebut, kemudian mengeluarkan bunyi yang dapat didengar oleh penyandang disabilitas tunanetra, juga menampilkan indikator angka yang dapat dilihat oleh orang normal. Setelah alat ini diuji coba di SLB Negeri A Kota Bandung, menuai antusias yang besar untuk segera dapat memakai alat ini di kehidupan sehari hari mereka. Rencana kedepannya alat ini akan di hibahkan kepada beberapa instansi sekolah luar biasa di Jawa Barat yang sangat membutuhkan manfaat dari alat ini. @komporupi www.komporupi.org

  • Dispenser Berbicara Untuk Penyandang Disabilitas Tunanetra Hasil Inovasi Mahasiswa KOMPOR UPI


    Tampak dispenser berbicara pada acara uji coba di SLB Negeri A Kota Bandung
    Disabilitas Tunanetra merupakan manusia yang mempunyai kekurangan dalam pengelihatan. Low vision, dan total merupakan istilah bagi penyandang disabilitas tunanetra, low vision merupakan penyandang yang masih memiliki sisa pengelihatan, sedangkan total merupakan penyandang yang tidak memiliki kemampuan melihat samasekali. Data statistik tahun 2012 dari kementrian kesehatan RI mencatat bahwa Indonesia mempunyai sekitar 1.700.000 penyandang disabilitas tunanetra, sekitar 85.000 nya merupakan penduduk Provinsi Jawa Barat. 
    KOMPOR UPI  (Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia) merupakan organisasi yang bergerak di bidang otomasi dan robotika, dengan salahsatu misinya untuk mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat dengan teknologi. Berawal dari observasi yang dilakukan terkait kesulitan penyandang tunanetra dalam melakukan aktivitias sehari harinya di SLB Negeri A Kota Bandung, kami memcoba untuk membantu dalam individual living mereka salahsatunya dalam menakar air. Penyadang  tuna netra mengalami kesulitan dalam menakar air, hanya mengandalkan insting dalam menentukan takaran air yang mereka perlukan, contohnya untuk membuat kopi, teh, bahkan memasak. Bahkan mereka perlu bantuan orang normal untuk melakukan hal ini.
    Dispenser berbicara merupakan hasil inovasi tim PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) KOMPOR UPI dimana fungsi dispenser berbicara ini untuk memudahkan penyandang disabilitas tunanetra dalam menakar air. Mempunyai enam tombol takaran air, tiga tombol untuk air panas dan tiga tombol untuk air dingin masing masing tombol mempunyai fungsinya, tombol pertama untuk ukuran 50 ml, tombol kedua untuk 100 ml, dan tombol ketiga untuk 250 ml air. Tiga tombol yang berada di sisi kanan merupakan ukuran untuk air dingin, dan tombol di sisi kiri untuk air panas. Dispenser berbicara ini mengeluarkan indikator suara ketika dinyalakan, dan ketika menekan tombol ukuran air, sehingga penyandang tuna netra dapat mengetahui berapa ukuran air yang telah keluar dari dispenser berbicara ini.

    Tampak siswa penyandang tunanetra yang mencoba dispenser berbicara di SLB Negeri A Kota Bandung
    Dispenser berbicara didesain dan di inovasi khusus sehingga ramah bagi penyandang disabilitas tunanetra. Telah dilakukan uji coba alat ini di SLB Negeri A Kota Bandung untuk mengetest performa dari alat yang telah di inovasi ini, dengan respon yang sangat antusias dari pihak guru dan pelajar di slb tersebut, karena belum adanya alat penakar air (dispenser) yang ramah bagi penyandang disabilitas tunanetra. Rencana kedepannya hasil inovasi ini akan di abdikan dan dihibahkan oleh KOMPOR UPI ke SLB yang membutuhkan, sebagai perwujudan dari tridharma perguruan tinggi. @komporupi www.komporupi.org
                                                                                 Review Dispenser Berbicara
  • ANTRI XII DIMULAI "Selamat Berjuang Anggota Muda KOMPOR UPI !!! "


    BATRAI (Basic Trainning) merupakan tahap awal pengkaderan bagi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang ingin menjadi anggota dari Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia (KOMPOR UPI). BATRAI adalah tahapan pengkaderan, yang menanamkan loyalitas terhadap KOMPOR UPI dan mengajarkan dasar-dasar keilmuan robotika yaitu mekanik, hardware, dan software. Untuk tahun ini merupakan tahun ke 12 KOMPOR UPI mengadakan pengkaderan, yang berarti angkatan sekarang merupakan angkatan yang ke 12 di KOMPOR UPI. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan acara BATRAI di Auditorium FPTK UPI yang diikuti oleh 79 mahasiswa UPI dari berbagai fakultas, pembukaan tersebut dilaksanakan pada hari sabtu, 10 November 2018. Setelah melewati tahapan pengkaderan BATRAI yang cukup lama, yakni dari bulan November sampai bulan Januari terdapat 10 mahasiswa yang dilantik menjadi anggota muda KOMPOR UPI. Pelantikan anggota muda KOMPOR UPI ini sekaligus menutup kegiatan pengkaderan BATRAI yang dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2019 di Lapangan Parkir Stadion Sepakbola UPI pada pukul 04.00 WIB dini hari.
     Setelah angkatan XII melaksanakan BATRAI, anggota muda yang telah dilantik akan melanjutkan pengkaderan selanjutnya yaitu ANTRI (Advance Trainning) yang dibuka pada tanggal 9 Februari 2019. ANTRI adalah tahapan pengkaderan setelah BATRAI yang lebih mendalami mengenai organisasi dan juga keilmuan yang lebih disbandingkan yang didapat saat BATRAI. ANTRI lebih mempelajari mengenai keilmuan mekanik, hardware, dan software yang lebih ahli. Ke 10 anggota muda akan di didik untuk bisa melaksanakan MEGAPROJECT yang merupakan proses akhir pengkaderan di KOMPOR UPI.

    Diharapkan dalam kegiatan pengkaderan ANTRI ini dapat menghasilkan anggota muda KOMPOR UPI yang memiliki keilmuan tinggi, berdaya saing tinggi, dan bisa bermanfaat bagi masyarakat dengan ilmu yang telah didapatkannya.
  • KOMPOR UPI KEMBANGKAN SISTEM RANCANG BANGUN SMART BUILDING BERBASIS IOT


    Bandung, UPI
    Komunitas Mahasiwa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia (KOMPOR UPI) melaksanakan kegiatan megaproyek yang bertema teknologi tepat guna dengan judul “Rancang Bangun Smart Building Berbasis Internet of Things di Universitas Pendidikan Indonesia”.
    Rancang Bangun Smart Building ini dibangun dengan beberapa fitur yaitu: Sistem Keamanan Logistik dalam Lemari, Sistem keamanan Pintu, Lampu Pintar, Keran Air Otomatis, Smart Garden, dan Aplikasi Android KOMPOR UPI. Sistem Keamanan Logistik dalam Lemari menggunakan poros penahan yang mengunci dari dalam pintu lemari menggunakan motor servo, motor servo dikontrol menggunakan microcontroller Arduino Nano melalui keypad. Sistem dapat memberikan notifikasi pembobolan pada operator menggunakan NodeMCU berdasarkan hasil sensor proximity yang aktif ketika lemari dibuka.
    Sistem Keamanan Pintu menggunakan Solenoid door lock yang diatur menggunakan NodeMCU yang tehubung dengan Fingerprint Scanner yang hanya bisa dibuka oleh anggota terdaftar. Pintu yang terbuka tidak sesuai prosedur dapat memberikan notifikasi pembobolan ke aplikasi ketika Switch Magnetic terpisah. Anggota yang keluar masuk menggunakan Fingerprint akan otomatis terdata kehadirannya yang juga dapat dipantau melalui aplikasi.
    Lampu Pintar diterapkan untuk luar ruangan dan didalam ruangan. Lampu Pintar diluar ruangan dapat mendeteksi siang dan malam menggunakan sensor Light Dependent Resistor dan akan menyala ketika gelap dan mati ketika terang. Lampu Pintar didalam ruangan dapat diatur melalui aplikasi menggunakan NodeMCU yang mengatur putus sambungnya relay.
    Keran Air Otomatis menggunakan sistem pelampung untuk terus mengisi air dalam bak penampung. Tingkat ketinggan air dapat dipantau melalui aplikasi ketika air menyentuh kawat sensor yang terhubung ke NodeMCU.
    Smart Garden menerapkan sistem Computer Numerical Control pada penyiram yang dapat bergerak secara XY Axis menggunakan Arduino Uno yang secara otomatis menyiram pada titik tertentu berdasarkan kelembapan yang dideteksi oleh sensor kelembapan. Pergerakan sistem siram dapat dikontrol melalui aplikasi yang terhubung melalui ESP8266.
    Aplikasi Android KOMPOR UPI dibuat menggunakan Software Android Studio dengan menggunakan bahasa pemrograman Java dan Bahasa pemrograman XML untuk tampilan layout aplikasi. Aplikasi dibuat untuk memonitoring dan kontroling fitur-fitur yang lain dan juga membantu pendataan logistik serta database keanggotaan.
    Rancang bangun ini dibuat untuk mendukung revolusi industri 4.0 dimana suatu sistem berdasarkan konektivitas untuk memperoleh data, otomasi perangkat jaringan, Internet of Things, Big Data Analytic, Komputasi awan dan keamanan siber. (Ibnu Hanifah Alem)
  • KOMPOR UPI RAYAKAN WISUDA DENGAN CARA YANG BERBEDA

    Oleh : Ibnu

                Komunitas penggemar otomasi dan robotika Universitas Pendidikan Indonesia  (KOMPOR UPI) adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa di universitas pendidikan indonesia yang bergerak dibidang otomasi dan robotika. “KOMPOR UPI merupakan salah satu ukm yang sangat unik “ (Andri Yunardi,M. Ilkom,2019). keunikan Itulah yang membuat KOMPOR UPI menjadi center keteknologian robotika upi, KOMPOR UPI memiliki beberapa kegiatan dibidang keteknologian dan pengabdian kepada masyarakat serta kekontesan. Selain kedua kegiatan tersebut. KOMPOR UPI juga memiliki cara yang berbeda dalam menyambut wisudawan/wisudawati.
                Konsep yang dirancang oleh KOMPOR UPI mula-mula anggota diberikan tugas. Dari mulai mendesain gambar penyambutan wisudawan/wisudawati, mencetak spanduk, humas yang berfungsi untuk memberitakan info kepada semua anggota KOMPOR UPI, memesan tumpeng, persiapan peralatan syukuran dsb. Mula-mula para anggota akan menuju ke gymnasium  menjemput anggota yang telah diwisuda,. dengan membawa bendera KOMPOR UPI memudahkan para wisudawan mengetahui jemputan dari KOMPOR UPI. setelah itu para wisudawan beserta keluarganya diantar menuju sekretariat KOMPOR UPI. Acara syukuran diawali dengan  pembukaan, sambutan dari ketua KOMPOR UPI, sambutan dari pihak yang diwisudawan, ungkapan rasa terimakasih kepada para wisudawan yang telah berkontribusi kepada KOMPOR UPI, dan diakhiri dengan do’a dan penutup. Kekentalan kekeluargaan sangatlah rekat ketika anggota KOMPOR UPI dan para wisudawan menikmati hidangan yang telah disediakan. Acara selanjutnya ialah mengantarkan parawisudawan pulang, sebelumnya semua anggota KOMPOR UPI, dan keluarga para wisudawan melakukan foto bersama sebagai dokumentasi.
     Acara syukuran penyambutan anggota KOMPOR UPI yang telah diwisuda adalah acara yang telah dilaksanakan secara turun temurun, ini berfungsi sebagai penguat silaturrahmi antara sesama anggota KOMPOR UPI yang mana setelah para wisudawan lulus, rasa kekeluargaan akan tetap ada dalam sanubari dan menjadi salah satu kenangan yang akan menjadi penguat silaturrahmi. 
  • KOMPOR UPI Siap Berlaga di KRI 2019

    By Wahyudin
    Kontes Robot Indonesia (KRI) adalah suatu ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika yang setiap tahunnya diadakan oleh kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Pada KRI 2019 terdapat 6 divisi kontes, yaitu: 1. Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI); 2. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI); 3. Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI); 4. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid; 5. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda; dan divisi baru 6. Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI). Pada KRI 2019 ini, divisi KRTMI hanya dipertandingkan di Kontes Tingkat Nasional.
    KRI 2019 dilaksanakan bekerja sama dengan Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Kontes Tingkat Regional dan Kontes Tingkat Nasional. Kontes Tingkat Regional akan diselenggarakan pada 4 (empat) wilayah Regional, yaitu: Regional 1 (area Sumatera), Regional 2 (area Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat, dan Sulawesi), Regional 3 (area Jawa bagian tengah, kalimantan bagian timur dan selatan), dan Regional 4 (area Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua).
    Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika di Universitas Pendidikan Indonesia (KOMPOR UPI) ikut berpartisipasi dalam kompetisi KRI 2019, dan berada di Regional 2. KOMPOR UPI pada KRI 2019, mengikuti 3 divisi kontes, yaitu KRAI, KRTMI, dan KRPAI. Pada Tingkat Regional yang akan dilaksanakan di Institut Teknologi Nasional Bandung pada tanggal 2-4 Mei 2019, KOMPOR UPI akan melawan tim-tim terdapat dari Universitas lain sepeti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Politeknik Negeri Bandung, dan lainnya. Tim yang akan bertanding di Tingkat Regional adalah Tim KRAI dan KRPAI, kemudian disusul oleh Tim KRTMI yang akan bertanding di Tingkat Nasional pada tanggal 19-23 Juni 2019.
    Diharapkan dalam kegiatan Kontes Robot Indonesia 2019, KOMPOR UPI mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, sehingga nantinya bisa menjadi wakil dari Indonesia pada Kontes Robot Tingkat Internasional dan dapat mengharumkan nama Universitas Pendidikan Indonesia ditingkat internasional.
  • BATRAI XIII (Basic Training KOMPOR UPI)

    Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia (KOMPOR UPI) mengadakan “Pelatihan Pemroograman Mikrokontroller Bagi Mahasiswa UPI Sebagai upaya Persiapan Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan acara pelatihan di Auditorium FPTK UPI yang diikuti oleh 79 mahasiswa UPI dari berbagai fakultas, pembukaan tersebut diaksanakan pada hari sabtu, 10 November 2018.

    Pematerian yang dilaksanakan setiap hari sabtu dan minggu telah melaksanakan 3 kali pematerian dan 1 kali evaluasi. Pematerian hardware pertama yang dilaksanakan pada 17 dan 18 November 2018 mengenalkan mahasiswa UPI seputar komponen aktif dan pasif dalam ranah elektronika dasar, dengan tujuan mengenalkan komponen apa saja yang akan digunakan dalam penggunaan rangkaian elektronik yang nantinya dipakai dalam pemrograman. Pematerian hardware kedua yang dilaksanakan pada 24 dan 25 November 2018 mengenalkan mahasiswa UPI mengenai sensor, tranduser, aktuator yang biasa digunakan dalam industri yang sudah menggunakan teknologi 4.0, dimana mobilisasi mesin sudah menggunakan sensor. Pematerian hardware ketiga yang dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 November 2018 mengenai desain dan layout printed circuit board atau yang biasa disebut PCB yang digunakan untuk merangkai rangkaian hardware. Pembuatan desain dan layout ini dibutuhkan sebagai dasar pembuatan rangkaian yang siap digunakan untuk deprogram. Ketiga pematerian tersebut saling berhubungan untuk dasar pembuatan rangkaian hardware dasar yang digunakan pada Revousi Industri 4.0 yang pada dasarnya segala kegiatan industri sudah otomatis. Selain dari pematerian tersebut peserta juga diajarkan untuk troubleshooting rangkaian, sehingga dapat mendeteksi masalah pada rangkaian. Pada pematerian ketiga ini juga diadakan evaluasi kegiatan dengan tujuan melihat kompetensi peserta dalam segi pemahaman mengenai komponen, pemahaman mengenai troubleshooting, pembuatan layout PCB, dan juga diajarkan mengenai materi dasar pemrograman atau software.

    Kegiatan yang telah berlangsung selama 3 minggu, dan akan berakhir pada akhir bulan Desember nanti bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa UPI mengenai teknologi dasar yang digunakan pada Revolusi Industri 4.0. dengan pesatnya perkembangan zaman menuju era digitalisasi kami berharap mahasiswa UPI dapat mengikuti dan bersaing di era digitalisasi tersebut.(Daeng Zul Ojen)


    KOMPOR UPI !!! KREATIF INOVATIF PRODUKTIF!!!

  • TIM ROBOT UPI SIAP BERTARUNG PADA AJANG KRTI 2018


    Tim Robot Universitas Pendidikan Indonesia Sudah masuk tahap akhir persiapan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) Tingkat Nasional 2018 yang di gelar di Universitas Teknokrat Indonesia tepatnya di Daerah Kota Baru Lampung, 5 s.d. 9 November 2018 . Kini Wahana Terbang Tim Robot UPI telah di Sematkan teknologi yang cukup canggih, bila di bandingkan dengan versi sebelumnya saat ini sudah jauh lebih baik bahkan ini adalah sebuah pembaharuan, diharapkan hadirnya teknologi yang baru ini Tim Robot UPI dapat menuai hasil yang maksimal.

    Tim Robot Universitas Pendidikan Indonesia tahun ini mengirimkan 1 tim terbaiknya, Tim Jaya Perkasa_VTOL Kategori Vertical Take Off and Landing (VTOL) ,”Diharapkan dengan satu tim yang kami kirimkan menuai hasil yang maksimal , kemudian bagi tim yang tahun ini tidak mengikuti KRTI 2018 semoga jadi motivasi agar di tahun berikutnya dapat ikut bergabung dalam gelaran Kontes Robot Terbang selanjutnya, Selamat dan Semangat berikan yang terbaik untuk Almamater”, sambut Ketua Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika Universitas Pendidikan Indonesia (Kompor UPI).

    Kontes Robot Terbang Indonesia terdiri dari 4 kategori, yaitu, Kontes Robot Terbang Indonesia Racing Plane (RP); Kontes Robot Terbang Indonesia Fixed-Wing (FW); Kontes Robot Terbang Indonesia Vertical Take Off and Landing (VTOL); dan Technology Development (TD).

  • Publikasi Kunci Boomingnya Organisasi

    Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika (KOMPOR UPI), 26 Februari 2019 telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Publikasi Web yang dihadiri oleh Anggota Muda , dan Anggota Biasa KOMPOR UPI dan dihadiri juga oleh pemateri Bapak Andri Yunardi ,M. Ikom dari pihak HUMAS UPI yang dimana kegiatan ini juga merupakan bentuk kerjasama UKM KOMPOR UPI dengan pihak HUMAS UPI. Diadakannya acara ini untuk menunjang masalah publikasi yang kekinian guna menunjang eksistensi UKM KOMPOR UPI. Di era milenial sekarang media sosial merupakan wajah awal untuk sebuah organisasi, yang akan menambah nilai lebih organisasi tersebut.

    Internet kini merupakan salah satu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan bagi setiap orang. Internet di era sekarang ini sudah menjadi komponen yang sangat penting dalam kehidupan manusia, salah satunya pada media publikasi. Bagi sebuah organisasi, media publikasi merupakan alat yang dapat menunjang eksistensi bahkan dapat meningkatkan eksistensi organisasi tersebut, khususnya UKM KOMPOR UPI. Menurut Bapak Andri Yunardi ,M. Ikom., terjadi penurunan UKM KOMPOR UPI dalam hal media publikasi ditandai dengan jarangnya ada update mengenai konten media salah satunya pada website UKM KOMPOR UPI. Dalam pelatihan dibahas mengenai bagaimana cara pengelolaan web yang baik menyangkut ui/ux (user interface/user experience) dan dibahas pula mengenai Global Top Level Domain (GTLD) yang salah satunya adalah .org. UKM KOMPOR UPI sendiri menggunakan domain .org dikarenakan KOMPOR UPI sendiri merupakan sebuah organisasi dan dilihat dari biaya, domain .org tergolong lebih murah dibanding dengan domain yang lainnya. Namun dari beberapa materi yang dibahas, pengelolaan dari web merupakan salah satu bagian yang paling disoroti dikarena itu dapat menjadi daya tarik para pengunjung website yang dapat berpengaruh pula terhadap eksistensi UKM KOMPOR UPI kedepannya.


    Diakhir kegiatan beliau memberikan beberapa saran kepada KOMPOR UPI terkait dengan media publikasi untuk kemajuan eksistensi UKM KOMPOR UPI kedepannya. Diantaranaya adalah beliau mengharapkan adanya peran aktif dari ketua UKM dalam memanage anggotanya untuk aktif dalam membuat konten-konten kreatif untuk kemudian dipublikasikan. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat terjalin silaturahmi yang lebih erat antara UKM KOMPOR UPI dan HUMAS UPI.
  • TIM ROBOT UPI RAIH PODIUM DI AJANG KRTI 2018

    Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tingkat nasional 2018 telah dilaksanakan di Universitas Teknokrat Indonesia Lampung pada tanggal 5 s.d. 9 November 2018. Tim robot UPI meraih podium ke-3 pada divisi Vertical Take Off Landing (VTOL). Raihan tahun ini merupakan raihan terbaik KOMPOR UPI (Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika) pada ajang KRTI yang diselenggarakan tahunan oleh KEMENRISTEKDIKTI. Pada divisi ini Tim Robot UPI kalah dari juara bertahan UGM, dan podium ke 2 dimenangkan oleh ITS, raihan ini dirasa cukup memuaskan dimana kita mampu bersaing dengan universitas yang memiiki basic keteknologian.

    Wahana terbang UPI yang siap ikut serta untuk KRTI tahun ini hanya 1 yaitu dari tim JAYA PERKASA VTOL yang turun pada divisi Vertical Take Off Landing (VTOL), teknologi yang digunakan sudah lebih baik daripada teknologi yang digunakan pada KRTI tahun sebelumnya. Hasil memuaskan ini tak lepas dari dukungan penuh dari Universitas Pendidikan Indonesia, baik secara finansial dan support, sehingga tim JAYA PERKASA VTOL dapat meraih hasil yang maksimal. Semoga hasil ini menjadi awal dari prestasi yang akan terus diraih pada KRTI mendatang, dan juga memotivasi tim robot UPI yang tahun ini tidak ikut bertanding pada ajang KRTI 2018.


    Pada ajang KRTI terdapat 4 divisi yang di lombakan pada KRTI tahun ini yaitu, Vertical Take Off Landing (VTOL), Racing Plan (RP), Fixed Wing (FW), Technology Development (TD). Dengan hasil ini Kami berharap semoga KOMPOR UPI (Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika) selalu konsisten untuk mengharumkan almamater tercinta. (Akil Daeng)

  • PEMBUATAN ROBOT LINE FOLLOWER KOMPOR GOES TO SCHOOL

    Oleh Rizki Muhammad F.
    UKM KOMPOR UPI
    KOMPOR UPI goes to school merupakan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berkonsepkan pelatihan dasar dasar pembuatan robot. Pada kegiatan ini objek yang menjadi sasaran pelatihan ini adalah siswa SMK Negeri 2 Cimahi. Para siswa di latih untuk mengetahui dasar - dasar dalam pembuatan robot, salah satunya adalah robot line follower,  robot ini berfungsi untuk mengikuti garis yang telah ditentukan. Secara otomatis robot mengikuti garis tersebut hingga akhi. Kontur garis ada beberapa jenis dari lurus, bergelombang, hingga berbelok.
     Pada dasarnya robot line follower ini merupakan simulasi dari proses otomasi yang realitanya dipakai di industri yang telah menerapkan revolusi teknologi 4.0 (Digitalisasi dan otomasi). Sehingga mereka dapat mengetahui dasar dari proses penggunaan teknologi yang dipakai di industri. Robot line follower menggunakan sensor yang berbentuk LED, yang prinsipnya membedakan biasaan dari perbedaan warna, yang kemudian mengirimkan sinyal analog kepada microcontroller,  kemudian memberikan tegangan kepada motor yang menggerakan roda sehingga robot dapat berjalan sesuai dengan garis yang ditentukan.

    Luaran yang diharapkan, semoga para generasi muda dapat menyadari bahwasanya dekade ini merupakan era revolusi teknologi 4.0 yang sudah dipakai terutama di dunia industri, walaupun Indonesia berstatus sebagai negara berkembang yang masih menggunakan teknologi 3.0 (system PLC programable logic control) tetapi negara - negara lain sudah menggunakan teknologi yang lebih maju, masa depan bangsa di tangan generasi muda, sudah menjadi kewajiban kita untuk mendidik generasi muda yang berkualitas.  
  • Diberdayakan oleh Blogger.
    ADDRESS

    Jl. Dr. Setiabudhi No.229 Sekretariat KOMPOR UPI (Samping Lapang Softball) Bandung, Jawa Barat, Indonesia

    EMAIL

    komporupi@gmail.com
    dicky.mardiansyah8@gmail.com

    MOBILE

    +62 83846272191 (WA)
    +62 89639790418